Tanyakan apa yang kamu berikan, bukan yang kamu akan dapatkan. Kalimat klise yang sering disampaikan oleh guru PPKn di jenjang sekolahan. dari SD bahkan Universitas. Kalimat yang mungkin sangat tidak "eksentrik" bila dikatakan di dunia bisnis atau "jualan". Bahkan kalimat itu amat sangat bertentangan dengan prinsip ekonomi karena kalimat tersebut dapat dinotasikan dengan 'kebangkrutan'. Namun lihatlah apa yang kalimat itu dapat berikan. perasaan aneh menyenangkan dan dalam di dada ketika semua usaha yang telah dilakukan murni adanya didedikasikan untuk masyarakat atau lebih besar lagi, bangsa dan negara.
Bagi kalangan akademisi mungkin pilihan menjadi ilmuan di Indonesia telah menjadi bukti bahwa ia menganut faham kalimat tersebut. Bagaimana tidak, dengan keilmuan yang dimilikinya, seorang ilmuan rela mendapatkan penghidupan yang serba sulit dengan gaji yang sangat sedikit. Ilmuan di Indonesia adalah akademisi terpilih yang layak untuk disebut pahlawan. Karena bila dilihat dari ilmuan-ilmuan pemenang lomba riset baik dalam maupun luar negeri yang berasal dari Indonesia maka jangan lagi mencari mereka di sini. Karena itu amat sangat sulit. seperti yang diuraikan di notmisterjeky11
Oleh karena itu jangan salahkan para peneliti yang berkarir di tanah orang. Karena selain semua fasilitas hidupnya terpenuhi, sarana dan prasana penelitian di sana lengkap dan terperhatikan. Sebut saja Jepang. Apa yang mereke lakukan ketika sedang terpuruk karena bom atom. Kaisar Horohito segera mengumpulkan semua Guru yang masih hidup. Guru-guru. Bukan Elit politik, jendral, gubernur, menteri tapi Guru. Dengan menjadi peneliti di luar negri bukan berarti nilai kepahlawanan Ilmuan hilang. Karena dari sana dengan tetap memegang nama WNI, maka setiap prestasi mereka akan mengharumkan bangsa ini.
Khoirul Anwar, saya menemukan namanya di jurnal IEEE yang saya baca ketika membuat tugas jaringan di semster 3 dulu. Saya terkejut plus kagum. Karena jarang sekali bahkan baru ini saya menemukan nama asli keindonesiaan di header jurnal yang sudah publis yang berarti udah diterima. Belakangan saya ketahui bahwa Ia adalah pemilik paten untuk teknologi tersebut. Khoirul Anwar, salah seorang ilmuan telekomunikasi yang mengharumkan nama Indonesia. Saya sangat kagum dengan pencapaian yang beliau lakukan. Sejak di semester 1 terutama sejak mengikuti perkuliahan telekomunikasi, saya selalu dicekoki pernyataan bahwa frekuensi yang sama pada rentang jarak yang dekat untuk rentang lamdanya amat sangat tidak mungkin diaktifkan bersamaan. karena akan terjadi interfrensi yang luar biasa. Namun Pak Khoirul dengan kemampuan algoritmanya dapat menghilangkan GI tersebut. Entah bagaimana caranya karena logika saya tidak menyentuh hal tersebut. Kalau di dunia nyata, pasti akan jado bising sekali. Tidak mungkin informasi tersampaikan. Pak Khoirul bisa menekan daya bahkan sampai 5db. Dan ini lagi yang luar bisa, daya turun tapi kecepatan malah naik. Saya sangat kagum dengan bapak yang satu ini. Kawan-kawan dapat menemukan namanya di banyak jurnal IEEE untuk pencarian topik OFDM, 4G, bila kawan sedang menilis TA tentang LTE, tidak ada salahnya bila menghubunginya melalu kontak email. Bisa diminta sama rekan IA ITB.Dibawah ni video pas Pak Khoirul di Kick Andi
Semoga setelah menjadi orang penting di dunia telekomunikasi, seperti harapannya, pak Khoirul segera pulang dan mendermakan ilmunya di tanah air. Akan sangan sulit pastinya karena serba kurang sarana prasana laboratorium di tanah air. Namun ingat slogan bung karno, BERDIKARI. bila orang lain (Pemerintah) tidak begitu peduli, maka kita bangun dengan semangat dan kringat kita sendiri.
Standing applouse saya untuk para ilmuan Indonesia.
0 komentar:
Poskan Komentar